PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEAD TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADUDENGAN KOMPETENSI DASAR MENDESKRIPSIKAN HUBUNGAN ANTARA KELANGKAANSUMBER DAYA DENGAN KEBUTUHAN MANUSIA YANG TID

  • Ahmad Hafas Rasyidi STKIP PGRI Situbondo
Kata Kunci: Model Pembelajaran Numbered Head Together, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar

Abstrak

Penelitian ini dilaksanakan sejak tanggal 20 April sampai dengan 30 Mei 2015 dengan obyek penelitian siswa kelas VIII-C sebanyak 28 siswa. Desain penelitian ini adalah model skema Hopkins, dengan mengguanakan 4 fase, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan tes. Analisis data penelitian ini menggunakan analisa deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran sebelum tindakan memenuhi kriteria cukup aktif. Dari hasil analisis aktivitas siklus I diperoleh persentase 78,57% dan ulangan harian pada siklus I diperoleh ketuntasan klasikal 78,57% Hal ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran menggunakan model pembelajaran dengan pembelajaran Numbered Head Together (NHT) pada siklus I belum berhasil maka dilanjutkan pada siklus II. Hasil pembelajaran siklus II, aktivitas belajar siswa berada dalam kategori aktif dengan persentase 86.11%, sedangkan analisis ulangan harian pada siklus II diperoleh ketuntasan klasikal sebesar 85,71%. Keberhasilan siswa pada ulangan harian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) telah berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran yang digunakan oleh guru sangat mempengaruhi aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dalam penerapan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) pada mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VIII-C SMP Negeri 1 Jangkar Kabupaten Situbondo tahun pelajaran 2015/2016 yang telah mencapai ketuntasan secara klasikal.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Arikunto, S. 2000. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Cooper, et, Al. 1999. Classroom Teaching Skill, Edisi 9. Virginia: Univ of Virginia.
Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran.Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah. S.B. & Aswan Zaini. 1999. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah, S.B. 2002. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta: Rineka Cipta.
Hakim. 2001. Belajar Secara Efektif.Jakarta: Puspa Swara.
Ibrahim, M. dkk. 2004. Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching andLearning/ CTL) dan Penerapan dalam KBK.Malang: Univ. Negeri Malang.
Lei, A. 2005. Mempraktekkan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas.Jakarta: Grasindo.
Nur. 2001. Pembelajaran Kooperatif.Surabaya.
Nurhadi dan Senduk. 2003. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK.Malang: Universitas Negeri Malang.
Sudjana. 2002. Belajar dan Pembelajaran.Bandung. Alfabeta
Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif.Bandung: Alfabeta.
Sukidin, Basrowi & Suranto. 2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Insan Cendekia.
Surakhmad, W. 2003. Pengantar Interaksi Belajar Mengajar Dasar dan Tehnik Metodelogi Pengajaran. Bandung; Tarsito.
Tim Pelatihan Proyek PGSM. 1995.Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:Dirjen Pendidikan Tinggi.
Winataputra. 2001. Model-model Pembelajaran Inovatif.Jakarta: Universitas Terbuka.
Diterbitkan
2021-10-15
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##