Peran PKBM dalam Meningkatkan Pendidikan di Daerah Pinggiran Kota
(Studi Kasus pada PKBM Hidayah)
Abstrak
Masyarakat di pinggiran kota memiliki peluang yang sama dengan masyarakat kota. Munculnya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai lembaga pendidikan nonformal yang proaktif dalam menjawab kebutuhan belajar masyarakat. Dengan pemberdayaan potensi masyarakat, PKBM diharapkan menjadi instrumen yang mendorong kemajuan pendidikan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui segala proses pembelajaran di PKBM Hidayah yang meliputi: Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Evaluasi, Faktor pendukung dan penghambat, dan Upaya peningkatan. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif karena penulis ingin mengetahui secara menyeluruh peran PKBM dalam meningkatkan kualitas pendidikan di pinggiran kota. Hasil penilitian ini dijabarkan sebagai berikut:1. Perencanaan, terlihat dari program besar yang diambil yakni mengurangi buta huruf dan memberikan keterampilan kepada peserta didik. 2. Pengorganisasian, terlihat dari pembagian tugas mulai dari kepala yayasan yang menunjuk penanggung jawab di setiap program, dilanjutkan dengan menunjuk guru bantu di masing-masing program dengan mensinkronkan setiap kegiatan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 3. Pelaksanaan, terbukti dengan banyaknya lulusan Paket C yang mendapatkan pekerjaan di pemerintahan kecamatan Bojongsoang, 4. Evaluasi telah berjalan, terlihat dengan meningkatnya indeks lulusan masyarakat kecamatan Bojongsoang. 5. Faktor pendukung dan penghambat terdapat kendala yang terkait tenaga pengajar profesional ahli masih sedikit, 6. Upayanya memfokuskan pada dua hal yakni pemberantasan buta huruf dan pembekalan keterampilan.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Agung Widhi K dan Zarah Puspitaningtyas. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif.Yogyakarta:Pandiva Buku
Astikaningtyas, P., Rahman, A., & Trinugraha, Y. H. (2022). Peran Pendidikan Non Formal Untuk Membantu Siswa Drop Out Dalam Menyelesaikan Sekolahnya. Jurnal Al-Fatih, 5(2), 157–178.
Darlan, H. M. N. (2018). Melirik Pengelolaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Di Kotawaringin Timur. Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus), 3(2).
Desmawati, L., Suminar, T., & Budiartati, E. (2020). Penerapan Model Pendidikan Kecakapan Hidup pada Program Pendidikan Kesetaraan di Kota Semarang. Edukasi, 14(1).
Fadlun Maros dkk. (2016). Penelitian Lapangan (FIELD RESEARCH). Sumatera Utara: Universitas Sumatera Utara
Helaluddin dan Hengki Wijaya. (2019). Analisis Data Kualitatif Sebuah Tinjauan Teori dan Praktik. Makasar: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray
Hidayat, A. (2022). PKM Perpustakaan Digital Desa Sekip Menuju Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang Kreatif dan Inovatif.
In’am, A., & Hajar, S. (2017). Learning Geometry through Discovery Learning Using a Scientific Approach. International Journal of Instruction, 10(1), 55–70.
Irmawati, A. (2017). Peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (Pkbm) dalam Mengurangi Buta Aksara di Kabupaten Karimun*. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 2(1), 81–98.
Mamik. (2015). Metodologi Kualitatif. Sidoarjo: Zifatama Publisher
M.Ferdiyansyah. (2015). Dasar Penelitian Kualitatif. Bogor: Harya Media
Nurwiatin, Neng. “Pengaruh Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar dan Kesiapan Kepala Sekolah terhadap Penyesuaian Pembelajaran di Sekolah”. Edusaintek: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Teknologi, Vol. 9 2022
Rosdi Eko Siswoyo, Dkk. (2016). Pendidikan Nonformal Teori Kebijakan. Semarang: UNNES PRESS
Sahroni, E. K., Ganar, Y. B., & Mukrodi, M. D. D. (2020). Pelatihan Kewirausahaan Dalam Mempersiapkan Wirausaha-Wirausaha Baru Di Pkbm Nurul Qolbi Kota Bekasi-Jawa Barat. Abdi Laksana: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1).
Siti Fadia Nurul Fitri, Prolematika Kualitas Pendidikan di Indonesia, Jurnal Pendidikan Tambusai,Vol.5,No.1,2021
Setiawan, I. G. N., Agung, I., Yufridawati, Y., & Irmawati, A. (2018). Akulturasi Kebudayaan pada Masyarakat di Wilayah 3T: Peran PKBM terhadap Perubahan Sosial Budaya Masyarakat. Badan Penelitian dan Pengembangan.
Sugiyono. (2019). Metodelogi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dan R&D. Bandung: ALFABETA.
Sugiyono, 2020. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta
Tri Joko Raharjo dkk, Peran PKBM dalam Menanggukangi Kemiskinan Melalui Pendidikan Nonformal, Jurnal of Nonformal Education, Vol.2,No.1,2016,Hal.22-23.
Zuhri, U. I. N. P. K. H. S. (n.d.). Peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (Pkbm) Khalimul Khasan Dalam Memberdayakan Masyarakat Dibidang Pendidikan Dan Ekonomi.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##Jurnal allows anyone to compose, correct, and do derivative works, even for commercial purposes, as long as they credit for the original work. This license is the freest. It is recommended for maximum distribution and use of licensed material.
The submitted paper is assumed not to contain any proprietary materials that are not protected by patent rights or patent applications; The responsibility for technical content and protection of proprietary materials rests with the authors and their organizations and not the responsibility of journal or its editorial staff. The primary (first/appropriate) author is responsible for ensuring that the article has been viewed and approved by all other authors. The author's responsibility is to obtain all necessary copyright waivers to use any copyrighted material in the manuscript before submission.
Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi allows the author(s) to hold the copyright without restrictions and allow the author(s) to retain publishing rights without restrictions. Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly work. Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi allows the author(s) to hold the copyright without restrictions and allow the author(s) to retain publishing rights without restrictions. Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly work.
In developing strategy and setting priorities Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi recognize that free access is better than priced access, libre access is better than free access, and libre under CC-BY-SA or the equivalent is better than libre under more restrictive open licenses. We should achieve what we can when we can. We should not delay achieving free in order to achieve libre, and we should not stop with free when we can achieve libre.
Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to:
- Share a copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt a remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.








