Pendidikan yang Memerdekakan dalam Perspektif Ki Hajar Dewantara dan Implikasinya untuk Pendidikan SMP
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemikiran Ki Hajar Dewantara menempatkan pendidikan sebagai upaya memerdekakan manusia, yaitu membentuk peserta didik agar mampu berkembang sesuai kodratnya, memiliki budi pekerti, serta mampu berdiri sendiri tanpa kehilangan nilai kemanusiaannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan konsep pendidikan yang memerdekakan menurut Ki Hajar Dewantara; (2) menganalisis relevansi konsep tersebut dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21; dan (3) mengkaji implikasi pemikiran Ki Hajar Dewantara terhadap sistem pendidikan di SMP, baik pada aspek kurikulum, pembelajaran, manajemen sekolah, maupun budaya satuan pendidikan. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data meliputi karya asli Ki Hajar Dewantara, kajian akademik tentang pendidikan karakter dan pendidikan humanistik, serta dokumen kebijakan pendidikan nasional seperti Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila. Data dianalisis melalui teknik reduksi data, kategorisasi, interpretasi, serta penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan yang memerdekakan menurut Ki Hajar Dewantara menekankan tiga prinsip utama: (1) keteladanan (ing ngarso sung tulodo), (2) pemberdayaan dan motivasi (ing madya mangun karso), dan (3) dorongan kemandirian (tut wuri handayani). Ketiga prinsip tersebut memiliki implikasi yang kuat bagi sistem pendidikan di SMP. Pada aspek kurikulum, diperlukan penguatan fleksibilitas, diferensiasi pembelajaran, dan pengembangan karakter. Pada aspek pembelajaran, guru perlu berperan sebagai pamong yang membimbing peserta didik melalui pendekatan dialogis, reflektif, dan berbasis pengalaman. Pada aspek manajemen sekolah, diperlukan budaya sekolah yang demokratis, partisipatif, serta menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan pendidikan yang memerdekakan di SMP dapat memperkuat ekosistem pendidikan yang humanis dan relevan dengan tuntutan perkembangan peserta didik.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Ananda, R., & Fadhli, M. (2019). Pengantar kurikulum. Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia.
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE.
Dewantara, K. H. (2004a). Bagian I: Pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.
Dewantara, K. H. (2004b). Bagian II: Kebudayaan. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.
Dewantara, K. H. (2004c). Bagian III: Politik. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.
Djojonegoro, W. (1994). Ki Hadjar Dewantara: Pemikiran dan perjuangannya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Hasan, H. (2018). Filsafat pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya dengan pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(2), 123–135.
Hidayat, R. (2020). Pembelajaran partisipatif untuk meningkatkan kemandirian siswa SMP. Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah, 7(2), 77–88.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Profil Pelajar Pancasila. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Kurikulum Merdeka: Panduan pembelajaran dan asesmen. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Nuh, M. (2013). Merdeka belajar: Pendidikan yang memerdekakan. Gramedia.
Roem, M. (2017). Pendidikan humanistik dalam konteks Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 11–25.
Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Kencana.
Sudarminta, J. (2013). Humanisme pendidikan Ki Hajar Dewantara. Jurnal Pendidikan Nasional, 2(4), 221–230.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sutarjo, A. (2016). Sistem among dalam perspektif pendidikan modern. Jurnal Filsafat Indonesia, 5(1), 45–56.
Tilaar, H. A. R. (2002). Perubahan sosial dan pendidikan. Grasindo.
Uno, H. (2019). Model pembelajaran untuk meningkatkan berpikir dan karakter. Bumi Aksara.
Wijaya, A., & Syahrul, M. (2022). Implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka. Jurnal Pengembangan Pembelajaran, 10(1), 55–68.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##Jurnal allows anyone to compose, correct, and do derivative works, even for commercial purposes, as long as they credit for the original work. This license is the freest. It is recommended for maximum distribution and use of licensed material.
The submitted paper is assumed not to contain any proprietary materials that are not protected by patent rights or patent applications; The responsibility for technical content and protection of proprietary materials rests with the authors and their organizations and not the responsibility of journal or its editorial staff. The primary (first/appropriate) author is responsible for ensuring that the article has been viewed and approved by all other authors. The author's responsibility is to obtain all necessary copyright waivers to use any copyrighted material in the manuscript before submission.
Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi allows the author(s) to hold the copyright without restrictions and allow the author(s) to retain publishing rights without restrictions. Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly work. Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi allows the author(s) to hold the copyright without restrictions and allow the author(s) to retain publishing rights without restrictions. Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly work.
In developing strategy and setting priorities Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi recognize that free access is better than priced access, libre access is better than free access, and libre under CC-BY-SA or the equivalent is better than libre under more restrictive open licenses. We should achieve what we can when we can. We should not delay achieving free in order to achieve libre, and we should not stop with free when we can achieve libre.
Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to:
- Share a copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt a remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.








